Setelah Xperia Z, ZL, Z Ultra dan Z1 yang menyasar pengguna kelas hi-end. Sony
akhirnya melayani penggemar ke mid-high yang penasaran dengan rangkaian
seri Xperia Z dengan menghadirkan Xperia ZR. Di ponsel ini, pabrikan
ponsel terbaik asal negeri sakura tersebut mengecilkan ukuran layar
serta fisik tanpa mengurangi sedikit pun kemampuan hardware yang secara
langsung mempengaruhi performa. Semenarik itukah?
Desain
131.3 x 67.3 x 10.5 mm| 138 gram| full touchscreen| material kaca anti pecah dan gores
Dari
sisi depan, Xperia ZR bisa dengan mudah dikenali sebagai salah satu
bagian dari rangkaian seri Xperia kelas premium. Ponsel ini berbagi
desain yang mirip dengan Xperia Z, ZL, Z Ultra dan Z1.
ZR memiliki bodi paling tebal jika dibandingkan pendahulunya di seri Xperia Z.
Dibandingkan sang pionir, Xperia Z, ponsel ini tampak sedikit
kehilangan kesan premium terutama dibagian belakang. Hal ini disebabkan
penggunaan bahan kaca premium tangguh pada Xperia Z original yang jelas
lebih berkelas jika dibandingkan plastik doff yang dimiliki ponsel ini.
Di
lain sisi, pemilihan finishing doff ini membuat ZR tidak mudah dikotori
dengan noda sidik jari yang menjadi masalah pada ponsel berbahan
plastik glossy atau kaca.
PULSA menyukai kehadiran tombol fisik shutter kamera di ponsel ini yang absen pada Xperia Z dan Z Ultra
sumber; tabloidpulsa.co.id
Senin, 18 November 2013
01.22
01.13
Spesifikasi Xperia Z1
Kali ini kita akan mengulas tentang spesifikasi sony xperia Z1 Ponsel android terbaru dari sony.
Sony Xperia ini dilengkapi dengan kamera 20,7 Megapiksel, dan juga dibekali dengan layar 5 inci, selain itu Sony Xperia Z1 ini juga memiliki bentuk yang lebih pipih dibanding pendahulunya yaitu Xperia Z, hal ini yang mejadi salah satu keunggulan Xperia Z1 ini dari Xperia Z, serta begitu juga dengan lapisan aluminium yang membuat Sony Xperia Z1 ini menjadi lebih tangguh. Dari sisi hardware, Xperia Z1 dipersenjatai prosesor Qualcomm Snapdragon 800 dengan kecepatan 2,2 GHz, RAM 2 GB, GPU Adreno 330, dan media penyimpanan berkapasitas 16 GB, serta dari sistem operasi Xperia Z1 ini juga dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 800 dengan kecepatan 2,2 GHz, RAM 2 GB, GPU Adreno 330, dan media penyimpanan berkapasitas 16 GB.
"Sebenarnya harga Xperia Z1 sama dengan harga Xperia Z, dalam kurs dollar AS. Tapi karena depresiasi rupiah, harganya jadi naik," ujar Marketing Manager Sony Mobile Communication Indonesia Ika Paramita, saat peluncuran di Jakarta, Rabu (2/10/2013). Untuk Harga Sony Xperia Z1 ini dibanderol dengan harga Rp 8,5 juta
Sony Xperia ini dilengkapi dengan kamera 20,7 Megapiksel, dan juga dibekali dengan layar 5 inci, selain itu Sony Xperia Z1 ini juga memiliki bentuk yang lebih pipih dibanding pendahulunya yaitu Xperia Z, hal ini yang mejadi salah satu keunggulan Xperia Z1 ini dari Xperia Z, serta begitu juga dengan lapisan aluminium yang membuat Sony Xperia Z1 ini menjadi lebih tangguh. Dari sisi hardware, Xperia Z1 dipersenjatai prosesor Qualcomm Snapdragon 800 dengan kecepatan 2,2 GHz, RAM 2 GB, GPU Adreno 330, dan media penyimpanan berkapasitas 16 GB, serta dari sistem operasi Xperia Z1 ini juga dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 800 dengan kecepatan 2,2 GHz, RAM 2 GB, GPU Adreno 330, dan media penyimpanan berkapasitas 16 GB.
"Sebenarnya harga Xperia Z1 sama dengan harga Xperia Z, dalam kurs dollar AS. Tapi karena depresiasi rupiah, harganya jadi naik," ujar Marketing Manager Sony Mobile Communication Indonesia Ika Paramita, saat peluncuran di Jakarta, Rabu (2/10/2013). Untuk Harga Sony Xperia Z1 ini dibanderol dengan harga Rp 8,5 juta
Kamera dan video
- Kamera 20.7 megapiksel dengan lampu kilat LED berdenyut dan fokus otomatis
- Mode Burst
- HDR untuk foto dan film
- Pembesaran digital 8x
- BIONZ™ untuk mesin pemroses citra di ponsel
- Kamera hadap depan (2 MP 1080p)
- Geotagging
- Perekaman video HD (1080p)
- Lensa Sony G
- Penstabil gambar
- Pelacakan objek
- Reduksi mata-merah
- Pendeteksi pemandangan
- Send to web
- Smile shutter™
- Sensor gambar Sony Exmor RS for mobile
- Superior Auto
- Sapuan Panorama
- Fokus sentuh
- Bidik dengan sentuhan
- Keseimbangan white balance
- Perekaman gambar, format yang didukung: JPEG
- Penayangan gambar, format yang didukung: BMP, GIF, JPEG, PNG, WebP
- Perekaman video, format yang didukung: 3GPP, MP4
- Format yang didukung untuk pemutaran video: 3GPP, MP4, M4V, MKV, AVI, XVID, WEBM
- Pendeteksi wajah
Design and display
- 5”, 16.777.216 warna, 1920 x 1080 piksel
- Layar TRILUMINOS™ HD Penuh untuk Ponsel
- X-Reality™ untuk mesin pengolah citra di ponsel
- Buka kunci dengan Wajah
- Masukan gerak-isyarat
- Senser-on-lens
- Mode STAMINA
- Gestur setuhan - multi sentuh, mendukung hingga 10 jari
- Perekaman cuplikan layar
- Throw
- Pan & zoom
Memori
- RAM: 2 GB
- Memori Flash: Hingga 16 GB****
- Slot ekspansi: kartu microSD™, hingga 64 GB (SDXC didukung)
Konektivitas dan komunikasi
- Jack audio 3,5 mm (CTIA)
- aGPS
- ANT+ wireless technology
- Teknologi nirkabel Bluetooth 4.0
- Bersertifikasi DLNA
- Dukungan MHL
- Peranggitan (tethering) USB asli
- NFC
- Screen mirroring
- Smart Connect
- Penyelarasan melalui Exchange ActiveSync®, Facebook™, Google™ dan SyncML™*
- Pengisian daya USB
- Dukungan USB 2.0 kecepatan tinggi dan Micro USB
- Tautan Xperia
- Fungsionalitas Hotspot WiFi dan Wi-Fi
- Peredaman bising
- Peningkatan suara
- Xperia Socialife*
Hiburan
- Aplikasi "Movies"
- Permainan gerak dan 3D
- Google Wallet™
- Bersertifikasi PlayStation
- Radio FM dengan RDS
- Tayangan slide SensMe & SensMe
- Sony Entertainment Network (hanya negara tertentu)
- Peluncur televisi
- YouTube*
- Aplikasi “WALKMAN”
- Aplikasi Facebook*
- Twitter*
- Suara 3D surround
- Bluetooth stereo (A2DP)
- Clear Audio+, Clear bass dan Clear stereo
- Pengenalan musik TrackID*
- xLOUD Experience – teknologi filter audio dari Sony
- Perekam audio, format terdukung: 3GPP, MP4, AMR
- Pemutaran audio, format yang didukung: MP3, 3GPP, MP4, ADTS, AMR, SMF, XMF, OTA, RTTTL, RTX, iMelody, WAV, OGG, FLAC
Jaringan
- UMTS HSPA+ 850 (Pita V), 900 (Pita VIII), 1700 (Pita IV), 1900 (Pita II), 2100 (Pita I) MHz
- GSM GPRS/EDGE 850, 900, 1800, 1900 MHz
Aplikasi bawaan
- Google Chrome*
- Google Play*
- Google Voice Search*
- Pencarian Google*
- Google Maps for Mobile dengan Pemandangan Jalan Garis Lintang*
- Aplikasi Google Talk*
- Sony Select
- Peramban Web (WebKit)
00.52
Lima Penyetingan Penghemat Baterai di Kitkat
Setiap sistem operasi baru, Anda akan
mendapatkan sesuatu yang segar juga dimanjakan dengan berbagai
kenyamanan, dan tentu saja penggunaan beragam fitur di satu ponsel akan
berakibat pada masa pakai baterai ponsel.
Nah, bagi pengguna Android 4.4 Kitkat, ada beberapa tips dalam melakukan penyetingan agar baterai Anda tetap prima saat dibutuhkan.
Gunakan fitur baru GPS
Banyak aplikasi yang menggunakan GPS tidak hanya untuk pemetaan, yang terbaru di Kitkat ada cara untuk menggabungkan pelacakan lokasi. Salah-satunya check- in untuk menemukan lokasi bisnis " terdekat", aplikasi ini memakan daya betarai cukup banyak saat digunakan.
KitKat menyediakan solusi menghemat baterai untuk GPS dengan mode Battery Saving GPS, yang dapat meminimalisir jumlah titik referensi yang digunakan untuk menemukan lokasi Anda. Jangan kuatir, mode ini tetap menyajikan data yang akurat.
Untuk mengaktifkan mode ini , masuk ke Pengaturan > Lokasi > Mode, dan centang "Hemat baterai" (Batery Saving).
Jika Anda membutuhkan ketepatan yang tinggi dalam pelacakan, tinggal kembalikan setingan ke mode Akurasi Tinggi (High Accuracy).
Jangan Manja
Berkat fitur baru pendeteksi Hotword, Anda bisa mengatakan " OK , Google " dari menu utama ( atau ketika mengaktifkan Google Now) untuk memerintahkan Google Search dan Voice Actions. Itu berarti, ponsel Anda dalam keadaan siap untuk menangkap suara, menunggu Anda untuk mengucapkan kata-kata perintah.
Disatu sisi ponsel Anda bisa menjadi pendengar yang baik, tapi sisi lainnya itu akan membuat boros baterai Anda. Jadi biar lebih hemat disarankan untuk dinonkatifkan. Caranya, masuk ke Google Now > Settings > Voice, dan matikan deteksi Hotword.
Gunakan NFC Seperlunya
Fitur yang satu tidak baru untuk KitKat, namun banyak orang membiarkan NFC aktif, bahkan ketika tidak digunakan.
Jika ponsel Ana memiliki kemampuan NFC, pastikan hanya aktif pada saat Anda membutuhkannya. Untuk menonaktifkan, masuk ke Settings > More (dibawah Wireless and Networks) > NFC.
Jangan sinkronisasi semua data
Ketika memasukkan akun ke ponsel, Google akan berasumsi Anda ingin melakukan sinkronisasi semua yang diperlukan. Termasuk pembelian Google Play, Google Keep, bahkan foto. Sinkronisasi foto ini yang bikin boros. Setiap kali Anda mengambil gambar , Google akan meng-upload ke akun data lalu kembali lagi.
Ada dua cara untuk menonaktifkannya, pertama masuk ke Setting> Account, lalu tekan nama akun Anda untuk masuk ke penyetingan sinkronisasi dimana Anda bisa menonaktifkan pilihan sinkronisasi termasuk di dalamnya pilihan "Google Photo". Kedua, buka Gallery app > Settings, and nonaktifkan Google Photos Sync.
Gunakan Battery Tool
Jika anda masih penasaran mengapa baterai Anda tetap boros, gunakan fitur bawaan power monitor, yang menampilkan jumlah daya setiap aplikasi yang digunakan.
Untuk mengakses battery tool, cari ikon Quick Settings, lalu tekan logo baterai. Di sini , Anda akan melihat daftar lengkap aplikasi aktif.
Coba pantau apakah ada yang mengkonsumsi baterai dalam jumlah besar. Diluar layar dan jaringan (seperti Wi - Fi ) tentunya, tetapi mungkin saja Anda menemukan aplikasi yang tak wajar.
Nah, bagi pengguna Android 4.4 Kitkat, ada beberapa tips dalam melakukan penyetingan agar baterai Anda tetap prima saat dibutuhkan.
Gunakan fitur baru GPS
Banyak aplikasi yang menggunakan GPS tidak hanya untuk pemetaan, yang terbaru di Kitkat ada cara untuk menggabungkan pelacakan lokasi. Salah-satunya check- in untuk menemukan lokasi bisnis " terdekat", aplikasi ini memakan daya betarai cukup banyak saat digunakan.
KitKat menyediakan solusi menghemat baterai untuk GPS dengan mode Battery Saving GPS, yang dapat meminimalisir jumlah titik referensi yang digunakan untuk menemukan lokasi Anda. Jangan kuatir, mode ini tetap menyajikan data yang akurat.
Untuk mengaktifkan mode ini , masuk ke Pengaturan > Lokasi > Mode, dan centang "Hemat baterai" (Batery Saving).
Jika Anda membutuhkan ketepatan yang tinggi dalam pelacakan, tinggal kembalikan setingan ke mode Akurasi Tinggi (High Accuracy).
Jangan Manja
Berkat fitur baru pendeteksi Hotword, Anda bisa mengatakan " OK , Google " dari menu utama ( atau ketika mengaktifkan Google Now) untuk memerintahkan Google Search dan Voice Actions. Itu berarti, ponsel Anda dalam keadaan siap untuk menangkap suara, menunggu Anda untuk mengucapkan kata-kata perintah.
Disatu sisi ponsel Anda bisa menjadi pendengar yang baik, tapi sisi lainnya itu akan membuat boros baterai Anda. Jadi biar lebih hemat disarankan untuk dinonkatifkan. Caranya, masuk ke Google Now > Settings > Voice, dan matikan deteksi Hotword.
Gunakan NFC Seperlunya
Fitur yang satu tidak baru untuk KitKat, namun banyak orang membiarkan NFC aktif, bahkan ketika tidak digunakan.
Jika ponsel Ana memiliki kemampuan NFC, pastikan hanya aktif pada saat Anda membutuhkannya. Untuk menonaktifkan, masuk ke Settings > More (dibawah Wireless and Networks) > NFC.
Jangan sinkronisasi semua data
Ketika memasukkan akun ke ponsel, Google akan berasumsi Anda ingin melakukan sinkronisasi semua yang diperlukan. Termasuk pembelian Google Play, Google Keep, bahkan foto. Sinkronisasi foto ini yang bikin boros. Setiap kali Anda mengambil gambar , Google akan meng-upload ke akun data lalu kembali lagi.
Ada dua cara untuk menonaktifkannya, pertama masuk ke Setting> Account, lalu tekan nama akun Anda untuk masuk ke penyetingan sinkronisasi dimana Anda bisa menonaktifkan pilihan sinkronisasi termasuk di dalamnya pilihan "Google Photo". Kedua, buka Gallery app > Settings, and nonaktifkan Google Photos Sync.
Gunakan Battery Tool
Jika anda masih penasaran mengapa baterai Anda tetap boros, gunakan fitur bawaan power monitor, yang menampilkan jumlah daya setiap aplikasi yang digunakan.
Untuk mengakses battery tool, cari ikon Quick Settings, lalu tekan logo baterai. Di sini , Anda akan melihat daftar lengkap aplikasi aktif.
Coba pantau apakah ada yang mengkonsumsi baterai dalam jumlah besar. Diluar layar dan jaringan (seperti Wi - Fi ) tentunya, tetapi mungkin saja Anda menemukan aplikasi yang tak wajar.
sumber: CNET
Langganan:
Postingan (Atom)